kirim mobil about us kirim mobil lokasi kantor cannonex kirim mobil FAQ kirim mobil contact us
Pastikan Anda memiliki NOMOR TIKET dan dapat di verifikasi pada Menu Tracking
 
 
   
 
   
   
   
 
Jasa Titipan JS Calendar (positioning test) Horizontal Image Scroller 3
Jasa Titipan
Petunjuk Transaksi Marine Cargo Insurance Tracking
       
 
 

Bisnis Jasa Titipan

Bisnis Jasa Titipan
Berkembang Pesat Tanpa Didukung Regulasi yang Memadai

JAKARTA – Bisnis jasa pengiriman di dalam negeri beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. Hal itu terlihat dengan munculnya sejumlah perusahaan baru. Benarkah jasa pengiriman termasuk salah satu sektor usaha yang tahan krisis dan memiliki prospek cerah di masa depan?

Dibandingkan dengan sektor jasa lain, perusahaan jasa pengiriman termasuk salah satu sektor yang cukup prospektif di masa depan. Di tengah krisis yang melanda Indonesia sejak beberapa tahun terakhir misalnya, justru perusahaan jasa pengiriman banyak yang berkibar.

Fakta memperlihatkan, ketika banyak sektor usaha lain melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis berkepanjangan, perusahaan jasa pengiriman masih mampu eksis hingga sekarang. Bahkan,menurut informasi yang dihimpun SH, hingga saat ini, belum terdengar perusahaan jasa pengiriman yang melaporkan perusahaannya tutup dan melakukan PHK.

Meski prospek bisnisnya cukup bagus, kata Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo), H Syarifuddin, sektor ini kurang berkembang dengan baik, karena tidak didukung oleh regulasi yang memadai.

”Prospek cukup bagus, peluang masih terbuka lebar. Bahkan, kalau sektor lain takut dengan diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN, sektor ini paling siap menghadapinya. Kendalanya, justru pada regulasi, sehingga membuat jasa pengiriman tidak berkembang seperti diharapkan,” tegas H Syarifuddin kepada SH di Jakarta, Senin (3/1).

Salah satu solusi, agar bisnis jasa pengiriman berkembang baik, menurut Syarifuddin, pemerintah segera membuat RUU Pos baru, sebagai pengganti UU No6/1984, tentang pos yang telah usang.
Dalam RUU Pos yang baru harus diatur dengan jelas, berkaitan dengan hadirnya perusahaan asing ini. Misalnya, boleh masuk, asal mau melakukan alih teknologi dan bermitra dengan perusahaan lokal.
Dipertegas juga, agar perusahaan jasa pengiriman asing yang masuk ke Indonesia harus diseleksi, karena tidak semua perusahaan jasa pengiriman asing profesional.

Akibat tidak jelasnya peraturan dalam sektor bisnis ini, tambahnya, dalam menjalankan bisnisnya ya tidak jelas. Ada misalnya, perusahaan travel juga melakukan kegiatan, seperti perusahaan jasa pengiriman. Juga perusahaan yang tak memiliki izin, tetap saja jalan. Tapi, apa tindakan pemerintah? Tidak ada dan hanya diam. Oleh karena itu, dalam draft RUU Pos yang kini masih dalam pembahasan di DPR, Asperindo mengusulkan, agar penegakan hukum dalam bisnis jasa pengiriman bukan lagi dilakukan oleh PPNS, melainkan oleh Kejaksaan dan Kepolisian.

Saat ini, anggota yang tercatat 634 perusahaan, 89 perusahaan di antaranya beroperasi di Jakarta. Selain itu, 20 perusahaan asing yang bermitra dengan perusahaan lokal, tercatat sebanyak 20 perusahaan. Sebenarnya, jumlah perusahaan jasa pengiriman ekspres yang beroperasi di Indonesia lebih banyak lagi, karena ada sejumlah perusahaan bukan anggota Asperindo, juga melakukan kegiatan sejenis.

Bahkan, perusahaan yang tak memiliki izin juga ada yang melakukan kegiatan pengiriman, misalnya, seperti yang dilakukan perusahaan jasa travel.

Hambatan lain, tambah Syarifuddin lagi, yakni dampak dari diberlakukannya otonomi daerah. Sejak diberlakukan Otda, banyak Perda yang dikeluarkan masing-masing daerah tidak sejalan dengan peraturan yang dibuat pusat. Misalnya, hingga saat ini semua proses perizinan anggota Asperindo yang dikeluarkan kantor pusat, tapi di Palembang (Sumatra Selatan) izin tersebut tidak berlaku dan harus mengurus izin baru.
Di Jawa Timur, ada Perda yang mengatur setiap barang yang diangkut diwajibkan membayar Rp 250/kg. ”Jadi, kendala tidak berkembangnya perusahaan jasa pengiriman dalam negeri, bukan akibat persaingan dari luar, melainkan aturan di dalam negeri masih semrawut,” tegasnya.

Ekspansi ke LN
Guna mengantisipasi perdagangan bebas di ASEAN, Marketing Manager CV Titipan Kilat (TIKI), Titi Oktariana kepada SH, Senin (3/1) menyatakan, pihaknya sudah lama melakukan antisipasi. Antara lain, dengan membuka cabang di luar negeri. ”Bagi TIKI diberlakukan perdagangan bebas atau tidak itu bukan masalah, karena sejak lama kami telah mengantisipasinya. Misalnya, dengan membuka perwakilan di luar negeri, baik untuk pengiriman maupun logistik, yang didukung dengan sistem komputerisasi modern,” paparnya.

Menurut catatan SH, TIKI sejak tahun 2002 lalu telah membuka cabang di luar negeri. Pada September 2002, berhasil membuka cabang di luar negeri pertama, yakni di Uni Emirat Arab, yang akan disusul di negara Saudi Arabia, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.

Menurut Titi Oktariana, persaingan bisnis di bidang jasa kurir dan cargo di pasar internasional memang cukup ketat. Untuk itu, agar perusahaannya bisa tetap eksis, harus pandai mencari terobosan. ”Di dunia internasional, telah banyak perusahaan jasa kurir dan cargo besar beroperasi, seperti Fedex, DHL. Tapi, per-usahaan tersebut bukan pesaing kita, karena segmen yang kami ambil berbeda,” katanya.
Di Emirat Arab saja, tambahnya, sesuai data di Kedutaan Besar Indonesia di Emirat Arab, jumlah TKI yang bekerja di negara tersebut mencapai 50.000 dan Saudi Arabia 300.000 orang. Belum lagi yang bekerja di Hong Kong, Singapura, Taiwan, Malaysia.

”Di negara di mana para TKI kita bekerja merupakan pasar potensial. Melihat potensial pasar yang ada, maka TIKI Group berencana melakukan pengembangan usaha ke berbagai negara yang banyak menerima TKI. Untuk membuka kantor cabang kami tidak sendirian, melainkan menggandeng mitra lokal di negara bersangkutan dengan sistem waralaba,” tambah Titi lagi.

Ditambahkan, pembukaan kantor cabang di luar negeri, selain untuk mengembangkan pasar, juga untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor antara Indonesia dengan negara lain. ”Untuk kegiatan ekspor dan impor, tentu sangat memerlukan jasa cargo dalam pengiriman komoditasnya, baik lewat laut maupun udara. Jadi, sekali lagi kami optimis pembukaan cabang di luar negeri bakal berhasil membawa TIKI mampu bermain di pasar global,” katanya.

Dijelaskan, dalam operasi kemitraan tersebut, TIKI tidak hanya menangani kiriman cargo ataupun barang pindahan saja, melainkan juga melayani kiriman uang milik TKI maupun warga Indonesia lain secara door to door. Artinya, pengiriman cukup dengan menelepon kantor cabang TIKI di negara tersebut dan pihak TIKI akan mengambil ke alamat pengiriman untuk kemudian diantar kepada keluarga maupun mitra kerjanya di tanai air sampai alamat,” katanya.

Sejak membuka kantor cabang di Emirat Arab, tambahnya, banyak TIKI telah mempergunakan jasa TIKI. Rata-rata per bulan pengiriman barang telah mencapai 500 kilogram. ”Karena pasarnya cukup besar, maka kami optimis tahun depan pengiriman barang dari TKI akan terus meningkat. Target kami tahun depan, pengiriman barang dari TKI meningkat sekitar 25 persen dari yang ada sekarang,” ujarnya.
Ditambahkan, di wilayah Jabotabek, TIKI memiliki 110 agen, dengan omset Rp 50 miliar/tahun (domestik) dan Rp 5 miliar/tahun untuk internasional.

Bisnis Logistik
Bagaimana dengan PT Posindo yang selama puluhan tahun diberikan hak monopoli? Ke depan, PT Pos Indonesia (Posindo) tidak hanya melayani jasa pengiriman, tapi juga akan menggarap bisnis logistik dengan memberikan layanan total logistik, mulai dari pengepakan, pergudangan sampai proses pengiriman, kata Asisten Manajer Humas Posindo, AP Rieswandhi kepada SH, Senin (3/2)..
Dalam memberikan layanan total logistik ini, tambahnya, Posindo menggandeng perusahaan lain. Seperti dalam masalah pergudangan.

Menurut Rieswandhi, Posindo bisa saja memanfaatkan kantor pos-kantor pos yang ada sebagai gudang. Hanya saja mengingat keterbatasan tempat maka jenis barang yang dapat disimpan di kantor pos pun terbatas. Itulah sebabnya, pihaknya melakukan kerja sama dengan perusahaan yang mempunyai gudang. Bisa saja perusahaan pengguna layanan total logistik yang menyediakan gudangnya untuk dimanfaatkan oleh Posindo. Kerja sama seperti ini sudah dirintis dengan PT Unilever.
Kerja sama dengan pihak ketiga, tambahnya lagi, juga dilakukan dalam penyediaan sarana transportasi. ”Untuk pengiriman melalui udara biasanya kami melakukan kerja sama dengan perusahaan maspakai penerbangan. Se-dangkan untuk laut dengan penyedia angkutan laut. Demikian pula untuk transportasi darat biasanya dipakai jasa PT KAI maupun Damri. Sedangkan untuk pengiriman ke luar negeri, menurut Riswandhi, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan logistik asing, antara lain, TNT yang dipercaya ikut menangani layanan Speed Cargo.

Dijelaskan, pengguna layanan logistik dari Posindo 60 persen di antaranya berasal dari kalangan perusahaan. Sedangkan sisanya adalah individu yang berkirim barang per item melalui layanan paket pos.
”Posindo memang tetap pada bisnis intinya yaitu bisnis komunikasi. Sedangkan optimalisasi bisnis logistik dilakukan mengingat bisnis ini terus berkembang. Bahkan sama sekali tidak terpengaruh oleh kecanggihan teknologi,” tambah Rieswandhi lagi.

Pemesanan barang memang bisa dilakukan melalui internet, namun proses pengiriman barang yang dipesan tetap membutuhkan jasa kurir. Dan potensi itulah yang kini hendak dibidik oleh BUMN yang bergerak di layanan jasa kurir ini. Dalam tahun 2002 produksi logistik Posindo mencapai 1,9 juta item dengan berat 32,45 juta kg. Kontribusi bisnis logistik terhadap total pendapatan Posindo baru sekitar 11,12 persen. Di tahun 2003 ini Rieswandhi optimis kontribusi bisnis logistik akan semakin meningkat.
Bukan hanya Posindo, perusahaan jasa kurir swasta semakin banyak yang melirik potensi dari bisnis logistik ini.

Rieswandhi mengatakan, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan kehadiran perusahaan swasta tersebut. ”Posindo memiliki jaringan sampai ke pelosok desa. Ini merupakan nilai tambah bagi kami untuk bersaing dengan kompetitor swasta,” kata Rieswandhi penuh optimis.



 
     
 
   
   
 
   
  021 - 877 877 51 (H)
0-812 812 812 50
0-812 812 812 90

0-813 813 813 98
0-813 813 813 57
   
   
 
   
  artikel kirim mobil
  knowledgebase kirim mobil
  harga mobil
   
 

Jam Kerja :

Office
Senin - Jumat

09.00 - 17.00

Sabtu
09.00 - 14.00

Sea Port / Pool
24jam x 7hari

   
   
 

         
       
         

Towing Truck Towing Truck Self Loader Truck Keadaan Gudang Mobil di Pelabuhan Persiapan sebelum muat ke kapal roro Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Armada truk tangki di dermaga sebelum pemuatan ke kapal roro Pemuatan ke kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Excavator di atas kapal LCT Alat berat (excavator) di dermaga Pemuatan alat berat di kapal LCT Container Office / portacamp diatas truk Kegiatan pemasangan cover terpal Container Office / portacamp diatas truk Pengiriman trailer truk Pemuatan kargo diatas truk Pengiriman kargo kawat gulung Pengiriman kargo plat gorong-gorong Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo pipa besi

PROGRAM AFFILIATE  
 

Apapun profesi Anda, pelajar, mahasiswa, pekerja formal/informal, PNS, dsb tanpa perlu menguasai produk kami dan tanpa biaya sepeserpun dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan (PASIVE INCOME) berupa KOMISI dengan menjadi member Affiliate CANNONex dan Anda akan mendapatkan satu login Affiliate Member untuk memonitor portfolio penghasilan Anda.    [ Read More ] 

 
   
 
   
KNOWLEDGEBASE
> Institute Cargo Clauses
> Daftar Pelabuhan Di Indonesia
> Kode Telepon Di Indonesia
> Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil
> Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil
> Contoh Perjanjian Pengiriman Barang
> Istilah Pelabuhan
ARTICLES
> Cara Aman Kirim Mobil
> Asuransi Kendaraan Bermotor
> Yamaha X-Ride Menguji Nyali Di Kaki Merapi
> Yamaha X-Ride Meluncur Resmi Di La Piazza
> 2 Bulan Lagi Yamaha Siapkan X-Ride Edisi Khus...
> Armada Truk Mogok Massal, Tanjung Perak Lumpu...
> Menkeu Keluhkan Tanjung Priok Tak Steril
 
Syarat dan Ketentuan Pengiriman