kirim mobil about us kirim mobil lokasi kantor cannonex kirim mobil FAQ kirim mobil contact us
Pastikan Anda memiliki NOMOR TIKET dan dapat di verifikasi pada Menu Tracking
 
 
   
 
   
   
   
 
Kota Banjar Baru JS Calendar (positioning test) Horizontal Image Scroller 3
Kota Banjar Baru
       
 

Kota Banjarbaru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Kota Banjarbaru
Lambang Kota  Banjarbaru
Lambang Kota Banjarbaru
Lokasi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru.svg
Peta lokasi Kota Banjarbaru
Koordinat : 114°45' - 114°45' BT dan 3°27' - 3°29' LS
Motto Gawi Sabarataan (Bekerja Semua)
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan
Demonim '
Provinsi Kalimantan Selatan
Ibu kota {{{ibukota}}}
Luas 371,30 km²
Penduduk  
 · Jumlah 123.973 (2000)
 · Kepadatan 333,8 jiwa/km²
Pembagian administratif  
 · Kecamatan 5
 · Desa/kelurahan 20
Dasar hukum UU No.9 Tahun 1999
Tanggal 20 April 1999
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Walikota Drs. Rudy Resnawan
Kode area telepon 0511
APBD {{{apbd}}}
DAU {{{dau}}}
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara Syamsuddin Noor

Situs web resmi: http://www.banjarbarukota.go.id/

Kawasan Simpang Empat Banjarbaru.
Kawasan Jl. Ahmad Yani Banjarbaru.

Kota Banjarbaru adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarbaru merupakan sebuah kota yang baru dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, berdiri pada tanggal 20 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999. Kota Banjarbaru memiliki luas wilayah 371,30 km² (37.130 ha) yang terbagi atas 5 kecamatan dan 12 kelurahan.

Kota Banjarbaru terletak pada koordinat 03°27' s/d 03°29' LS dan 114°45' s/d 114°45' BT. Posisi geografis Kota Banjarbaru terhadap Kota Banjarmasin adalah 35 km pada arah 296°30' sebelah tenggara Kota Banjarmasin, sedangkan posisi terhadap Martapura, Kabupaten Banjar adalah 5 km pada arah 55°30' sebelah barat daya Kota Martapura. Kota Banjarbaru merupakan kota penghasil intan yang terdapat di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru yang merupakan pusat pemukiman atau perkampungan tertua yang ada di kota ini.

Wilayah Kota Banjarbaru berada pada ketinggian 0–500 m dari permukaan laut, dengan ketinggian 0–7 m (33,49 %), 7-25 m (48,46 %), 25-100 m (15,15 %), 100-250 m (2,55 %) dan 250-500 m (0,35 m).

Adapun kondisi fisik tanah yang dapat dipergunakan untuk menggambarkan kondisi efektif pertumbuhan tanaman adalah kelerengan, kedalaman efektif tanah, drainase, keadaan erosi tanah, dapat dijelaskan sebagai berikut :

Klasifikasi Kelerengan Kota Banjarbaru adalah kelerengan 0-2 % mencakup 59,35 persen luas wilayah, kelerengan 2-8 % mencakup 25,78 persen wilayah, kelerengan 8-15% mencakup 12,08 persen wilayah. Klasifikasi Kedalaman efektif tanah terbagi dalam empat kelas yaitu kedalaman < 30 cm, 30-60 cm, 60-90 cm dan > 90 cm. Kota Banjarbaru secara umum mempunyai kedalaman efektif lebih 90 cm dimana jenis-jenis tanaman tahunan akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Drainase di Kota Banjarbaru tergolong baik, secara umum tidak terjadi penggenangan. Namun ada daerah yang tergenang periodik yaitu tergenang kurang dari 6 (enam) bulan, terdapat di Kecamatan Landasan Ulin yang merupakan peralihan daerah rawa (persawahan) di Kecamatan Gambut dan Aluh-Aluh.

Berdasarkan Peta Kemampuan Tanah Skala 1 : 25.000, erosi tidak terjadi di wilayah Kota Banjarbaru.

Berdasarkan Peta Geologi tahun 1970, batuan di Kota Banjarbaru terdiri dari Alluvium (Qha) 48,44 persen, Martapura (Qpm) 37,71 persen, Binuang (Tob) 3,64 persen, Formasi Kerawaian (Kak) 2,26 persen, Formasi Pitap (Keputusan Presiden) 3,47 %.

Jenis tanah terbentuk dari faktor-faktor pembentuk tanah antara lain : batuan induk, iklim, topografi, vegetasi dan waktu. Tiap jenis tanah mempunyai karakteristik tertentu yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Karakteristik tanah tersebut misalnya berkaitan tingkat kepekaan nya terhadap erosi, kesuburan tanah, tekstur tanah dan konsistensi tanah.

Berdasarkan peta skala 1 : 50.000 yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor tahun 1974, di wilayah Kota Banjarbaru terdapat 3 (tiga) kelompok jenis tanah yaitu Podsolik (63,82%), Lathosol (6,36%) dan Organosol (29,82%)

Daftar isi

[tampilkan]

[sunting] Batas wilayah

Batas wilayah Kota Banjarbaru sebagai berikut:

Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar
Selatan Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut
Barat Kecamatan Gambut dan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar
Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar

[sunting] Lambang Daerah

Bintang bersudut lima Pancasila sebagai falsafat dan pandangan hidup bangsa Indonesia

Pilar Kiri dan kanan Menggambarkan Kota Banjarbaru sebagai Kota 4 (empat) dimensi yakni pusat Pemerintahan, Pendidikan, Industri dan Permukiman selain itu pilar kiri dan kanan juga menggambarkan gerbang transportasi udara dari dan ke Kalimantan Selatan.Jumlah petak pada kiri dan kanan masing – masing 10 buah dengan jumlah seluruhnya 20 buah menggambarkan tanggal berdirinya Pemerintah Kota Banjarbaru. Pilar kiri dan kanan masing-masing berjumlah 2 (dua) buah dengan jumlah seluruhnya 4 (empat) buah menggambarkan bulan April berdirinya Pemerintah Kota Banjarbaru

Pita berwarna hijau Bertuliskan Gawi Sabarataan menunjukkan motto Kota Banjarbaru

Buku Menggambarkan Banjarbaru sebagai Kota Pelajar dan Pusat Pendidikan, karena terdapat prasarana dan sarana penunjnag pendidikan yang memadai dari disiplin ilmu

Alat Linggang Menggambarkan pendulangan tradisional intan cempaka yang terdapat di Kecamatan Cempaka dan merupakan objek wisata budaya dan sejarah di Kota Banjarbaru

Museum Lambung Mangkurat Sebagai objek wisata dan sejarah dan budaya yang diapit rumah menggambarkan Kota Banjarbaru sebagai Pusat Pemerintahan dan Pusat Permukiman

Roda (gir) Menggambarkan roda industri dan perdagangan, karena di Kota Banjarbaru sangat potensial menjadi daerah industri dan perdagangan

Perisai Menggambarkan sebagai alat pelindung dalam mencapai cita-cita luhur bangsa (Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945) dan Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

[sunting] Suku bangsa

Jumlah penduduk di Kota Banjarbaru adalah sebanyak 123.973 jiwa (2000) yang terdiri dari beberapa suku bangsa antara lain:

  1. Suku Banjar: 75.537 jiwa
  2. Suku Jawa: 37.975 jiwa
  3. Suku Bugis: 947 jiwa
  4. Suku Madura: 1.180 jiwa
  5. Suku Buket: 1.728 jiwa
  6. Suku Mandar: 6 jiwa
  7. Bakumpai: 85 jiwa
  8. Suku Sunda: 2.319 jiwa
  9. Lainnya: 4.340 jiwa

(Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk tahun 2000)

[sunting] Sejarah Banjarbaru

  • Gunung Apam

Wilayah Banjarbaru sekarang dulunya adalah perbukitan di pinggiran Kota Martapura yang dikenal dengan nama Gunung Apam. Daerah Gunung Apam dikenal sebagai daerah persitirahatan buruh-buruh penambang intan selepas menambang di Cempaka.

Pada era tahun 1950-an, Gubernur dr. Murdani dibantu seorang perencana Van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai Ibukota Propinsi Kalimantan. Namun pada perjalanan selanjutnya, perencanaan ini terhenti sampai pada perubahan status Kota Banjarbaru menjadi Kota Administratif.

Nama banjarbaru sedianya hanyalah nama sementara yang diberikan Gubernur dr. Murjani, untuk membedakan dengan Kota Banjarmasin, yaitu kota baru di Banjar. Namun akhirnya melekat nama Banjarbaru ampai sekarang.

Sebagai kota administratif, Kota Banjarbaru berada dalam lingkungan Kabupaten Banar, dengan ibukotanya Martapura. Jadi Kota Banjarbaru merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar. Kota Banjarbaru berdiri berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1999.

Lahirnya UU tersebut menandai berpisahnya Kota Banjarbaru dari Kabupaten Banjar yang selama ini merupakan daerah administrasi induk. Kota Banjarbaru yang sebelumnya berstatus sebagai Kota Administratif, sempat berpredikat sebagai kota administratif tertua di Indonesia.

Kini, jumlah penduduk di Kota Banjarbaru terus berkembang dengan adanya perpindahan penduduk dari luar Kota Banjarbaru, baik dari Kalimantan sendiri maupun dari luar Kalimantan. Perkembangan penduduk ini beriringan dengan semakin terbukanya wilayah Kota Banjarbaru, baik untuk kawasan pemukiman serta Bandar Udara Syamsudinoor maupun peruntukan yang lain.

  • - = Gunung Apam termasuk wilayah Kampung Guntung Payung, Kampung Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
  • 1951 = Gubernur dr. Murdjani menyampaikan usulan untuk merancang Gunung Apam menjadi Kota Banjarbaru sebgi calon Ibukota Propinsi Kalimantan.
  • 1953 = pembanguna perkantoran dan pemukiman di Banjarbaru, dirancang oleh D.A.W. Van der Peijl.
  • 9 Juli 1954 = Gubernur K.R.T Milono mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan ibukota Propinsi Kalimantan ke Banjarbaru, namun tidak ada realisasi.
  • 27 Juli 1964 = DPRD-GR Kalimantan Selatan mengeluarkan resolusi agar Banjarbaru ditetapkan sebagai Ibukota propinsi Kalimantan Selatan.
  • 6 Oktober 1965 = Panitia Penuntut Kotamadia Banjarbaru menuntut agar meningkatkan status Banjarbaru menjadi daerah tingkat II/kotapraja dan mendesak direalisirnya kota Banjarbaru menjadi ibukota provinsi Kalimantan Selatan.
  • 12 Oktober 1965 = DPRD-GR Tingkat II Banjar di Martapura mendukung desakan direalisirnya kota Banjarbaru menjadi ibukota provinsi Kalimantan Selatan.
  • 17 Agustus 1968 = penetapan status Banjarbaru sebagai Kota Administratif.
  • 27 April 1999 = penetapan status Banjarbaru sebagai Kotamadya.

[sunting] Daftar Walikota Banjarbaru

Berikut ini adalah daftar Walikota administratif dan Walikota Banjarbaru dari tahun 1966 hingga sekarang :

No. Periode Nama Walikota Keterangan
1 1966-1970 H. Baharuddin, BA Walikota Administratif
2 1970-1975 H. Abd. Gaffar Hanafiah Walikota Administratif
3 1975-1981 H. Abdul Moeis Walikota Administratif
4 1981-1983 Drs. H. Abdurrahman Walikota Administratif
5 1983-1984 Drs. H. Edy Rosasi Walikota Administratif
6 1984-1986 Drs. H. Zawawi M. Aini Walikota Administratif
7 1986-1990 Drs. H. Yuliansyah Walikota Administratif
8 1990-1993 Drs. H. Raymullan Walikota Administratif
9 1993-1998 Drs. H. Hamidhan B. Walikota Administratif
10 1998-2000 Drs. H. A. Fakhrulli Walikota Administratif
11 2000-2005 Drs. H. Rudy Resnawan Walikota
12 2005 Drs. H. Hadi Soesilo Pejabat Walikota
13 2005-2010 Drs. H. Rudy Resnawan dan
Ruzaidin Noor
Walikota dan
Wakil Walikota


 
     
 
   
   
 
   
  021 - 877 877 51 (H)
0-812 812 812 90
0-812 812 812 50

0-813 813 813 98
0-813 813 813 57
   
   
 
   
  artikel kirim mobil
  knowledgebase kirim mobil
  harga mobil
   
 

Jam Kerja :

Office
Senin - Jumat

09.00 - 17.00

Sabtu
09.00 - 14.00

Sea Port / Pool
24jam x 7hari

   
   
 

         
       
         

Towing Truck Towing Truck Self Loader Truck Keadaan Gudang Mobil di Pelabuhan Persiapan sebelum muat ke kapal roro Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Armada truk tangki di dermaga sebelum pemuatan ke kapal roro Pemuatan ke kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Excavator di atas kapal LCT Alat berat (excavator) di dermaga Pemuatan alat berat di kapal LCT Container Office / portacamp diatas truk Kegiatan pemasangan cover terpal Container Office / portacamp diatas truk Pengiriman trailer truk Pemuatan kargo diatas truk Pengiriman kargo kawat gulung Pengiriman kargo plat gorong-gorong Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo pipa besi

PROGRAM AFFILIATE  
 

Apapun profesi Anda, pelajar, mahasiswa, pekerja formal/informal, PNS, dsb tanpa perlu menguasai produk kami dan tanpa biaya sepeserpun dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan (PASIVE INCOME) berupa KOMISI dengan menjadi member Affiliate CANNONex dan Anda akan mendapatkan satu login Affiliate Member untuk memonitor portfolio penghasilan Anda.    [ Read More ] 

 
   
 
   
KNOWLEDGEBASE
> Institute Cargo Clauses
> Daftar Pelabuhan Di Indonesia
> Kode Telepon Di Indonesia
> Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil
> Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil
> Contoh Perjanjian Pengiriman Barang
> Istilah Pelabuhan
ARTICLES
> Cara Aman Kirim Mobil
> Asuransi Kendaraan Bermotor
> Yamaha X-Ride Menguji Nyali Di Kaki Merapi
> Yamaha X-Ride Meluncur Resmi Di La Piazza
> 2 Bulan Lagi Yamaha Siapkan X-Ride Edisi Khus...
> Armada Truk Mogok Massal, Tanjung Perak Lumpu...
> Menkeu Keluhkan Tanjung Priok Tak Steril
 
Syarat dan Ketentuan Pengiriman