kirim mobil about us kirim mobil lokasi kantor cannonex kirim mobil FAQ kirim mobil contact us
Pastikan Anda memiliki NOMOR TIKET dan dapat di verifikasi pada Menu Tracking
 
 
   
 
   
   
   
 
Kota Amuntai JS Calendar (positioning test) Horizontal Image Scroller 3
Kota Amuntai
       
 

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Kabupaten Amuntai)
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Hulu Sungai Utara
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara
Lokasi Kalimantan Selatan Kabupaten Hulu Sungai  Utara.svg
Peta lokasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
Koordinat : 2' LS-3'LS dan 115'BT-116'BT
Motto Agung
Semboyan '
Slogan pariwisata '
Julukan
Demonim '
Provinsi Kalimantan Selatan
Ibu kota Amuntai
Luas 892,7 km²
Penduduk  
 · Jumlah 216.181 jiwa (2008)
 · Kepadatan jiwa/km²
Pembagian administratif  
 · Kecamatan 10
 · Desa/kelurahan 219
Dasar hukum -
Tanggal 1 Mei 1952
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Bupati Aunul Hadi
Kode area telepon 0527
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.hulusungaiutara.go.id/

Kerajinan Tikar Lampit yang menjadi tumpuan perekonomian sebagian warga Hulu Sungai Utara.
Monumen Itik Alabio yang menjadi ciri khas Kota Amuntai.

Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Amuntai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 892,7 km² atau 2,38 % dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak ±300.000 jiwa. Secara umum kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan 115' sampai 116' Bujur Timur.

Daftar isi

[tampilkan]

[sunting] Sejarah

[sunting] Kerajaan Hindu

Menurut sejarah lokal, daerah ini dikenal sebagai pusat kerajaan Negara Dipa yang terletak di Candi Agung, yang merupakan perpindahan dari ibukota kerajaan sebelumnya yang terletak di hilir yaitu di Candi Laras (kabupaten Tapin).

Semula kabupaten ini bernama Kabupaten Amuntai sejak pertama kali terbentuk pada tanggal 1 Mei 1952. Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan, yang berawal dari Undang- undang No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang.

[sunting] Sejarah Pembentukan Kabupaten

Status Kesultanan Banjar setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Wilayah dibagi dalam 4 afdeeling, salah satunya adalah afdeeling Amoenthay yang terbagi dalam beberapa Distrikyaitu Distrik Amoentai, Batang Allai, Laboean-Amas, Balangan, Amandit, Negara dan Kloewa. Dalam perkembangannya Afdeeling Amoentai kemudian dimekarkan menjadi afdeeling Amuntai dan Afdeeling Kandangan. Afdeeling Amoentai dengan ibukota Amoentai terdiri atas :

  1. Onderafdeeling Amoentai terdiri atas :
    1. Distrik Amuntai
    2. Distrik Tabalong
    3. Distrik Kelua
  2. Onderafdeeling Alabioe en Balangan
    1. Distrik Alabio
    2. Distrik Balangan

Proses pengembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berorientasi kepada peraturan perundang- undangan, tidak berhenti sampai para tokoh masyarakat baik yang sudah duduk dalam DPRD Kabupaten Hulu Sungai (sebelum pengembangannya menjadi 2 kabupaten), maupun yang berada di luarnya, telah menyadari bahwa dalam keadaan demikian, sangat penting memiliki otonomi daerah sendiri.

Inilah awal pemikiran yang mengilhami para tokoh Hulu Sungai Utara untuk melangkah kepada tuntutan berdirinya otonomi daerah, lepas dari Kabupaten Hulu Sungai yang beribukota di Kandangan. Maka lahirlah di Amuntai PETIR (Penyatuan Tindakan Rakyat), yaitu suatu wadah perjuangan untuk mewujudkan cita- cita dan aspirasi masyarakat tersebut.

Presidium “PETIR” terbentuk dengan pimpinan yang terdiri dari Haji Morhan, Abdulhamidhan, H. Saberan Effendi, H. Abdul Muthalib M. dan Gusti Anwar (semuanya kini telah almarhum). Sedang pimpinan hariannya, selain H. Morhan, adalah Tarzan Noor dan M. Juhrani Sidik. “PETIR” menganggap bahwa daerah ini mempunyai potensi politik, sosial ekonomi, budaya, territorial/pertahanan, baik dari segi letak geografi / geologisnya, maupun keluasan wilayah dan pertumbuhan penduduknya, benar- benar potensial dan wajar untuk melangkah kakinya kedepan.

Tak heran, seluruh lapisan masyarakat Hulu Sungai Utara, baik Ulama, Pemuda, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, di dalam dan di luar daerah menyatakan dukungan yang hangat sekali. Tak terkecuali pula media cettak harian “Kalimantan Berjuang” Banjarmasin senantiasa memberikan opini yang sensitif terhadap aspirasi tersebut. Karenanya, tercatat bahwa Hulu Sungai Utara yang lebih awal memperjuangkan status kabupaten yang memiliki otonomi sendiri, dibanding dengan daerah-daerah setingkat lainnya se-Banua Lima.

Puncak kegiatan “PETIR” saat itu adalah diselenggarakannya rapat umum terbuka dihalaman pasar Amuntai yang dipadati oleh ribuan orang. Rapat Akbar tersebut melahirkan sebuah Mosi atau tuntutan rakyat yang menghendaki agar belahan utara dari wilayah Hulu Sungai ini menjadi kabupaten daerah otonom yang berdiri sendiri.

Beberapa hari kemudian “PETIR” mengadakan rapat plenonya di ruangan Sekolah Rakyat IV Amuntai (sekarang berdirinya Kantor Bupati HSU) untuk membahas mosi tersebut dan langkah- langkah selanjutnya.

Sidang DPRDS Kabupaten Hulu Sungai di Kandangan yang membahas mosi/ tuntutan “PETIR” tersebut, cukup berjalan mulus, karena 16 anggotanya (dari 20 anggota) berasal dari Hulu Sungai Utara yang mendukung dan menyetujui tuntutan tersebut.

Dengan persetujuan DPRDS di atas, makin meluangkan jalan bagi PETIR, tak saja ke Pemerintahan Daerah Tk. I Kalimantan tetapi juga ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Sementara itu, untuk menghadap Gubernur Kalimantan (Dr. Murjani) dipercayakan kepada deputasi Gusti Anwar dan Ahmad Syahman.

Perutusan PETIR yang berangkat ke Jakarta adalah Haji Morhan dan H. Saberan Effendi. Di ibu kota beliau- beliau ini bergabung dengan Idham Khalid (tokoh Kalsel) yang berdomisili disana, dan mereka bersama- sama menghadap Mentri Dalam Negeri, Mr. Iskak Cokrohadisuryo.

Sambutan dari para pejabat tersebut, baik yang di Banjarmasin maupun yang di Jakarta cukup baik dan memberikan angin segar bagi deputasi PETIR. Dan kesegaran tersebut semakin terasa ketika beberapa waktu kemudian, tibanya surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pem. 20-7-47 tertanggal 16 Nopenber 1951, yang isinya menetapkan :

Tindak lanjut keputusan tersebut oleh Gubernur Kepala Daerah Kalimantan, yang mengeluarkan surat keputusannya Nomor Des. 310-2-3 tanggal 9 April 1952, atas dasar Surat Keputusan Mendagri No. Des. 1/1/14 Rahasia, yang sementara waktu menetapkan jumlah :

  • Anggota DPRDS untuk Kabupaten Kandangan 20 orang dan DPDS 5 orang
  • Anggota DPRDS untuk Kabupaten Amuntai 16 orang dan DPDS 4 orang

Atas hasil pemilihan, maka pimpinan DPRDS Kabupaten Amuntai pada awal berdirinya, adalah Haji Anang Busyra sebagai Ketua dan Ahmad Samidie sebagai wakil ketua.

Dari sinilah sekaligus diadakan persiapan perletakan karangka pembenahan pengaturan personal aparat, fisik, material kewilayahan dan lain- lainnya, sebagai upaya untuk menata rumah tangga pemerintah daerah Kabupaten ini yang telah diberi hak otonominya.

Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tibalah ketika pada hari Kamis, pukul 10.00, tanggal 1 Mei 1952, ketika Residen Koordinator Kalimantan Selatan, Zainal Abidin gelar Sutan Komala Pontas, yang mewakili Gubernur Kepala Daerah Kalimantan,mengucapkan kata pelantikan terhadap para anggota DPRDS Kabupaten Amuntai yang berjumlah 16 orang. Hal ini menandai berdirinya kabupaten Amuntai secara resmi, pada tanggal 1 Mei 1952.

Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan, yang berawal dari Undang- undang No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang. Meskipun pada kurun waktu 12 tahun kemudian, wilayah kewedanaan Tabalong memisahkan diri menjadi Kabupaten Tabalong pada 1 Desember 1965, nama Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap berlaku hingga sekarang.

[sunting] Geografi

[sunting] Letak Geografis, Iklim, dan Curah Hujan

Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen. Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak di tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19. Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu untuk Kampung seluas 4.283 Ha, Sawah seluas 23.853 Ha, Kebun Campuran 1.859 Ha, Hutan Rawa 29.711 Ha, Rumput Rawa 22.768 Ha dan Danau seluas 1.800 Ha serta penggunaan lainnya yang tak dapat dirinci seluas 1.224 Ha.

[sunting] Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.

[sunting] Batas Wilayah

Batas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebagai berikut:

Utara Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Tabalong
Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Barat Provinsi Kalimantan Tengah
Timur Kabupaten Balangan

[sunting] Administrasi Wilayah

Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah terbentuknya Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Selain itu, desa/kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, antara lain Desa Swadaya sebanyak 3 (di Kecamatan Banjang), Desa Swakarya ada 1 (di Kecamatan Banjang), dan Desa Swasembada sebanyak 215 desa.

[sunting] Kependudukan

Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil proyeksi 2008 adalah 216.181 orang dengan jumlah rumah tangga tercatatsebanyak 51.582 yang tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,70 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 240 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Secara umum, dalam kurun 2004-2007 perkembangan pendudukmengalami pertambahan. Pada tahun 2007 jumlah penduduk bertambah 1,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

[sunting] Lain-lain

Di kabupaten ini terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin:bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.





 
     
 
   
   
 
   
  021 - 877 877 51 (H)
0-812 812 812 50
0-812 812 812 90

0-813 813 813 98
0-813 813 813 57
   
   
 
   
  artikel kirim mobil
  knowledgebase kirim mobil
  harga mobil
   
 

Jam Kerja :

Office
Senin - Jumat

09.00 - 17.00

Sabtu
09.00 - 14.00

Sea Port / Pool
24jam x 7hari

   
   
 

         
       
         

Towing Truck Towing Truck Self Loader Truck Keadaan Gudang Mobil di Pelabuhan Persiapan sebelum muat ke kapal roro Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Briefing Sopir sebelum perjalanan darat Padang-Jakarta Armada truk tangki di dermaga sebelum pemuatan ke kapal roro Pemuatan ke kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Kegiatan bongkar dari kapal roro Excavator di atas kapal LCT Alat berat (excavator) di dermaga Pemuatan alat berat di kapal LCT Container Office / portacamp diatas truk Kegiatan pemasangan cover terpal Container Office / portacamp diatas truk Pengiriman trailer truk Pemuatan kargo diatas truk Pengiriman kargo kawat gulung Pengiriman kargo plat gorong-gorong Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo mesin batubara Pengiriman kargo pipa besi

PROGRAM AFFILIATE  
 

Apapun profesi Anda, pelajar, mahasiswa, pekerja formal/informal, PNS, dsb tanpa perlu menguasai produk kami dan tanpa biaya sepeserpun dapat memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan (PASIVE INCOME) berupa KOMISI dengan menjadi member Affiliate CANNONex dan Anda akan mendapatkan satu login Affiliate Member untuk memonitor portfolio penghasilan Anda.    [ Read More ] 

 
   
 
   
KNOWLEDGEBASE
> Institute Cargo Clauses
> Daftar Pelabuhan Di Indonesia
> Kode Telepon Di Indonesia
> Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil
> Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil
> Contoh Perjanjian Pengiriman Barang
> Istilah Pelabuhan
ARTICLES
> Cara Aman Kirim Mobil
> Asuransi Kendaraan Bermotor
> Yamaha X-Ride Menguji Nyali Di Kaki Merapi
> Yamaha X-Ride Meluncur Resmi Di La Piazza
> 2 Bulan Lagi Yamaha Siapkan X-Ride Edisi Khus...
> Armada Truk Mogok Massal, Tanjung Perak Lumpu...
> Menkeu Keluhkan Tanjung Priok Tak Steril
 
Syarat dan Ketentuan Pengiriman